Sebagaimana karya seni lainnya, desain grafis juga mengutamakan unsur keindahan tanpa menghilangkan tujuan utamanya yaitu komunikasi visual. Seorang desainer grafis harus memutar otaknya agar muncul ide-ide unik yang akan dituangkan kedalam hasil karya desainnya. Dalam usaha memaksimalkan hasil karyanya, seorang desainer grafis haruslah mempelajari beberapa unsur. Ia harus bisa memadukan unsur-unsur itu dalam satu karya grafisnya.

Nah, teman-teman tahu tidak apa saja unsur yang ada di dalam desain grafis? Baiklah jika teman-teman belum mengetahuinya saya akan kasih tau teman-teman melalui artikel ini. Selamat membaca.

Unsur-Unsur dan Prinsip Desain Grafis

  1. Garis (Line)

Garis adalah perpaduan antara 2 titik atau point yang bertemu. Garis merupakan elemen satu dimensi karena hanya memiliki panjang dan ketebalan. Ada banyak variasi garis dalam dunia desain grafis. Dalam setiap variasi garis itu memiki makna tersendiri. Kira-kira apa saja ya?

  • Garis lurus, garis lurus ini biasanya memiliki kesan kaku sehingga garis ini digunakan sebagai simbol formalitas
  • Garis lengkung, garis lengkung ini memiliki kesan yang lemah lembu
  • Garis zig-zag, garis zig-zag ini biasanya memiliki kesan dinamis dan keras
  • Garis horizontal, garis horizontal ini memiliki kesan yang flat atau datar dan biasanya melambangkan sikap yang pasif
  • Garis vertikal, garis vertikal ini biasanya melambangkan sikap yang stabil
  • Garis diagonal, garis ini biasanya melambangkan keaktifan, dinamis dan menarik perhatian
  • Garis tidak beraturan, tidak beraturan identik dengan kebebasan. Garis yang tidak beraturan ini memiliki sifat yang fleksibel dan tidak formal.

Ketika kita menggunakan unsur garis ini dalam desain grafis, kita harus bisa meletakkan garis pada letak yang benar. Artinya kita harus bisa memantaskan garis itu agar tidak berkesan memaksakan dan acak-acakan

2. Bidang (shape)

Istilah bidang pasti sudah tidak asing lagi di telinga kalian. Karena bidang ini sering sekali dipelajari pada pelajaran matematika dari tingkat sekolah dasar sampai ke sekolah menengah atas. Bidang atau yang sering disebut dengan bidang datar adalah segala sesuatu yang hanya memiliki panjang dan lebar. Bidang juga tidak memiliki ruang didalamnya sehingga bidang ini disebuat dengan seni 2 dimensi karena hanya bisa dilihat dari 1 arah saja.

Berdasarkan maknannya, bidang terbagi menjadi 2 macam yaitu bidang geometri dan non geometri. Bidang geometri adalah bidang yang memiliki bentuk yang beraturan misalnya persegi, segitiga, lingkaran, dll. Bidang geometri ini memilki kesan yang fomal. Bidang non geometri adalah semua bidang yang memiliki bentuk yang tidak beraturan. Bidang non geometri ini memiliki kesan yang tidak formal.

3. Tekstur (Texture)

Tekstur adalah nilai dari halus atau kasarnya sebuah benda. Tekstur ini hanya dapat dirasakan oleh indra peraba (tangan). Namun dalam perkembangannya tekstur ini dapat dimayakan untuk sebuah karya visual agar lebih tampak mengesankan dan berkarakter. Caranya yaitu dengan mengatur keseimbangan dan kontras. Biasanya digunakan untuk background sebuah karya visual.

4. Ruang (space) 

Ruang dapat diartikan sebagai sebuah tempat kosong yang berada didalam beberapa bidang datar, misalnya kubus. Ruang kosong ini memiliki kesan yang nyaman. Didalam dunia desain grafis ruang kosong juga dijadikan unsur pemberi efek estetika desain.

5. Ukuran (Size)

Ukuran adalah sebuah penilaian terhadap besar kecilnya suatu benda. Seorang desainer grafis harus bisa menempatkan dimana ia harus meletakkan ukuran besar atau kecil pada hasil karya desainnya tergantuk objek mana yang akan lebih ditonjolkan.

6. Warna (Colour)

Warna adalah salah satu unsur yang menjadi sorot pertama atau penarikperhatian sebuah benda. Seorang desainer harus bisa menempatkan warna sesuai dengan pesan yang akan disampaikan. Misalnya ceria menggunakan warna kuning, berani menggunakan warna merah, dll.

Dalam karya seni rupa, warna dibagi menjadi 3 dimensi :

– Hue

Dimensi hue yaitu pembagian warna berdasarkan nama-namanya. Nama-nama warna itu kemudian dibagi lagi menjadi tiga golongan warna berdasarkan hasil pencampurannya (primer, sekunder, tersier).

– Value

Dalam warna, value diartikan sebagai gelap terangnya warna. Pada dasarnya setiap warna dapat ditingkatkan kecerahannya. Sehingga hasilnya akan menjadi warna yang lebih cerah. Misalnya warna merah hati dapat dimudakan menjadi warna merah muda

– Intensity

Intensity disebut juga dengan kemurnian warna. Maksudnya adalah warna-warna yang masih murni (belum dicampur dengan warna-warna lain).