Hai teman-teman, kali ini saya akan memberikan artikel mengenai 5 macam kategori dalam desain grafis. Sebelumnya saya mau berbicara tentang apa sih fungsi dari desain grafis. Nah kalian penasaran kan? Selamat membaca

Desain grafis adalah salah satu media untuk melakukan komunikasi visual yang didalamnya menggunakan gambar, tulisan dan bentuk sebagai elemen visualnya. Seorang desainer harus bisa membuat karya yang apabila orang melihat seolah-olah orang itu sedang berkomunikasi dengan informasi yang dibacanya, tentunya menarik perhatian. Selain itu apa yang disampaikan haruslah jelas.

Seperti yang kita ketahui banyak sekali produk dari hasil karya desain grafis. Karena banyaknya hasil produk inilah timbul pengelompokan kategori hasil desain. Kira-kira-kira apa aja ya? Berikut penjelasannya.

Printing (Percetakan)

Printing yaitu proses produksi cetak tulisan dan gambar secara masal menggunakan mesin printer. Kebanyakan dari proses ini adalah menggunakan kertas dan tinta. Hasil karya desain yang merupakan hasil dari printing adalah brosur, undangan, desain buku, flyer, katalog, majalah, dll.

Web Desain

Web desain adalah sebuah proses mendesain sebuah web agar tampilan dari website itu tampak lebih menarik. Misalnya adalah pengaturan tata letak dan konten.

Film

Film adalah sebuah cerita yang dibuat secara audio visual. Banyak kegiatan industri perfilman dan TV yang berhubungan dengan desain grafis misalnya saja stage desain, story board, dll. Selain itu mereka juga membutuhkan media promosi berupa spanduk, poster, VCD, DVD, dll.

EGD (Enviromental Graphic Design), Indentifikasi (Logo)

EGD dan Logo merupakan desain profesional yang mencakup desain industri, desain arsitek, desain grafis dan arsitek taman.

Desain Produk

Industrial design atau desain produk adalah proses pembuatan kemasan suatu produk hasil industri dengan menggunakan desain grafis untuk merancang konsep kemasannya. Karya dari industrial produk ini lebih dihargai dan dianggap sebagai salah satu kekayaan intelektual. Desain produk juga biasanya menjadi hak paten sebuah perusahaan yang dilindungi oleh Undang-Undang No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri. Kurun waktu yang berlaku untuk hak milik Desain Produk ini adalah 10 tahun.