Layout didalam bahasa memiliki arti tata letak. Layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik. Hal ini bisa juga disebut manajemen bentuk dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.

Layout memiliki beberapa prinsip, diantaranya sebagai berikut.

  1. Kesederhanaan

Prinsip ini berhubungan dengan kemampuan daya tangkap rata-rata manusia didalam menerima informasi. Secara insting, manusia menginginkan kesederhanaan dalam menerima informasi, informasi yang rumit tidak akan dapat dicerna atau diingat oleh si penerima informasi. Jadi, sebuah informasi atau pesan haruslah dibuat dengan sesederhana mungkin. Namun dalam penyederhanaan hendaknya harus memperhatikan segmen kepada siapa informasi itu akan disampaikan. Pesan yang terlalu verbal biasanya cenderung diremehkan oleh respondenya.

  1. Sequence (urutan)

Adalah membuat bagian-bagian prioritas dan mengurutkan mana yang harus dibaca terlebih dahulu sampai yang dibaca belakangan.

  1. Empasis (penekanan)

Adalah menekankan suatu urutan tertentu sesuai dengan sequence yang diinginkan. Mengatur layout ada beberapa cara yaitu :

  • Ukuran lebih besar
  • Warna yang kontras dengan background dan elemen lainya
  • Meletakan diposisi yang strategis yang menarik perhatian
  • Gunakan bentuk dan style yang berbeda

 

  1. Balance (keseimbangan)

Adalah pembagian berat yang merata pada suatu bidang layout

  1. Unity (kesatuan)

Adalah keserasian bentuk, warna,  dll di suatu bidang layout.

  1. Proporsi

Proporsi yang dimaksud kesesuaian antara ukuran halaman dengan isinya. Dalam dunia tata layout, dikenal ukuran kertas atau bidang kerja yang paling popular, yaitu ukuran Letter, “8.5 x 11”. Hingga saat ini, ukuran letter dijadikan standart ukuran siap pakai (sebagai default) diihampir setiap program pengolahan kata ataupun pengolahan gambar.

  1. Ritme

Meski media cetak bersifat statis, namun  masih memungkinkan untuk menimbulkan kesan gerakan sehingga mata pembaca dapat dibawa dan diarahkan keseluruh bagian media. Sebagai contoh sederhana adalah memasukan setiap awal paragraf (first line atau hanging indent). Bagaimanapun aliran pesan awal sampai pesan terakhir secara keseluruhan didalam desain harus menyiratkan ritme yang nyaman.