Brand Marketing adalah cara untuk mempromosikan produk atau layanan melalui sebuah merek yang kamu pakai. intinya, melakukan sebuah pemasaran untuk membangun sebuah produk yang dapat menghasilkan penjualan dan bisa memberi pemahaman diperuntukkan kepada siapa dan untuk apa bisnis itu dijalani untuk menjangkau audiens atau target kamu.

dalam melakukan strategi pemasaran, kita perlu mendefinisikan dengan jelas merek atau brand yang akan kita pasarkan, jadi kamu harus memperhatikan aspek -aspek yang akan digunakan seperti ilustrasi, logo, tipografi, dan warna untuk mewujudkan nilai dari suatu brand.

jika bertujuan untuk menciptakan pembeli yang berulang, kamu harus teliti dalam melakukan strategi pemasaran agar mendapatkan pengakuan dari pembeli dan memicu perasaan yang berbeda tentang merek yang akan tetap ada dengan audiens.

Dalam melakukan brand marketing ada lima hal yang harus diperhatikan

1. Tujuan

Memahami bahwa merek adalah inti dari strategi pemasaran, Tanyakan pada diri kamu pertanyaan-pertanyaan ini untuk membantu kamu dalam menentukan tujuan dari merek tersebut.

  • Siapa target audiens kamu?
  • Mengapa mereka mempercayai kamu?
  • Apa merek kamu membuat mereka tertarik?
  • Tantangan apa yang dipecahkan oleh merek kamu?
  • Siapa pesaing kamu?
  • Apa cerita latar belakang merek kamu? Mengapa itu dibuat di tempat pertama?

Langkah pertama ini akan mulai menentukan bagaimana merek kamu akan terlihat dan terasa. Ini berarti memilih warna , tipografi, dan citra dari merek tersebut.

 2. Riset pasar

pahami siapa pelanggan kamu dengan membuat persona pelanggan. Persona pelanggan adalah gambaran menyeluruh tentang pembeli. Ini akan membantu dalam menciptakan hubungan emosional dengan audiens. Misalnya, jika kamu menjual kendaraan anggaran kecil, persona pelanggan kamu mungkin seorang mahasiswi berusia 18-25 tahun yang mencari mobil pertamanya. Saat menyusun persona pelanggan, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan seperti:

  • Berapa umur orang ini
  • Apakah mereka sudah menikah?
  • Di mana mereka tinggal?
  • Apa pekerjaanmu?
  • Apa yang mereka lakukan setiap hari?
  • Apa latar belakang pendidikan mereka?
  • Apa pembelian terakhir mereka dan di mana mereka suka berbelanja?
  • Apa yang mereka pedulikan?
  • Apa yang mereka butuhkan dari produk atau layanan saya?

3. Tentukan dan jual cerita

kamu dapat menjual cerita merek kamu dengan membuat pesan yang tepat. Cerita yang kamu buat dan jual akan menghubungkan merek kamu dengan audiens, mendorong loyalitas, dan membantu mengingat merek. Luangkan waktu untuk benar-benar mengembangkan cerita menarik yang memiliki semua elemen yang sama dengan novel atau film.

Ceritanya tidak harus dramatis contohnya Sesederhana kakek nenek memutuskan untuk membuka toko roti di kota 50 tahun yang lalu dan meneruskan bisnis dan resep kesayangan mereka dari generasi ke generasi, kemudian menemukan cara untuk membuat kue ikonik dan kue kering dengan semua bahan organik, menawarkan komunitas yang sehat, makanan panggang yang enak. Tarik perhatian pasar kamu dengan cerita yang hebat, lalu biarkan mereka menjadi bagian dari cerita dan berinteraksi dengan merek kamu.

4. Kenali pesaing

Seperti mengenal audiens sendiri, sama pentingnya mengenal pesaing, tentukan bagaimana kamu berbeda dari mereka, lalu fokus pada perbedaan ini dalam pesan pemasaran. Misalnya, jika pesaing dikenal sebagai yang termurah, kamu harus berfokus pada mengapa kualitas lebih penting daripada harga dalam komunikasi kepada audiens.

5. Buat pedoman

Setelah memahami brand dan audiens, pikirkan tentang cara menghubungkan mereka dalam pemasaran.aspek – aspek seperti logo, warna, font, nada suara, dan lainnya. Ini akan membantu setiap desainer dan pemasar yang bekerja dengan menceritakan kisah brand kamu dan menyampaikan pesan dengan cara terbaik, serta memastikan konsistensi brand.

Jika kamu baru memulai atau ingin menyegarkan dan menghidupkan kembali brand kamu, jadikanlah pembelajaran cara membuat strategi brand marketing sebagai hal pertama yang harus kamu lakukan.

sekian, semoga membantu…